Salatiga Beda Festival Meriahkan Perayaan Imlek di Kawasan Rumah Rakyat.// ist

Imlek Penuh Harmoni, Salatiga Beda Festival Satukan Seni dan UMKM

Perayaan Imlek di Kota Salatiga tahun ini berlangsung meriah melalui gelaran Salatiga Beda Festival yang digelar di kawasan Kawasan Rumah Rakyat, Jumat (13/2/2026). Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, sukses menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan.

Pembukaan Salatiga Beda Festival ditandai dengan pertunjukan barongsai yang sarat makna dan kental dengan nuansa budaya Tionghoa. Atraksi tersebut menjadi simbol keberagaman dan harmoni yang selama ini tumbuh di Kota Salatiga. Tak hanya menyuguhkan hiburan seni, festival ini juga menghadirkan sekitar 60 stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan.

Berbagai produk lokal, mulai dari kuliner hingga fesyen kreatif, dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Selain itu, sejumlah perlombaan turut digelar untuk menambah semarak acara, di antaranya line dance, lomba menyanyi lagu Mandarin, hingga lomba membuat lampion. Para peserta berkesempatan memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah.

Tidak hanya berfokus pada hiburan dan kompetisi, Salatiga Beda Festival juga diisi dengan kegiatan bakti sosial. Panitia menyalurkan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian sosial dalam momentum perayaan Imlek.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga Muthoin, yang hadir mewakili Wali Kota Salatiga, mengajak masyarakat menjadikan perayaan Imlek sebagai momentum memperkuat persatuan dan toleransi.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan dan menjaga predikat Salatiga sebagai kota tertoleran. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi energi baru bagi kebangkitan ekonomi kreatif serta harmoni di Salatiga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PAPPRI sekaligus Ketua Panitia, Valentino, menjelaskan bahwa festival ini dirancang dengan konsep terpadu untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan ini kami laksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan konsep one stop show dan one stop service. Kawasan Rumah Rakyat kami sulap menjadi ruang publik untuk mengapresiasi warga Salatiga dalam mengekspresikan seni, budaya, dan musik,” ujarnya.

Melalui Salatiga Beda Festival, perayaan Imlek tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya yang memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta harmoni sosial di Kota Salatiga. Makin Tahu Indonesia.

Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *