BSMSS 2025 Tunjukkan Kolaborasi Nyata TNI dan Warga di Kota Cirebon
Cirebon – Pemandangan di sejumlah sudut Kelurahan Kesenden dan Karyamulya, Kota Cirebon, dalam beberapa hari terakhir menghadirkan potret pembangunan yang sarat nilai kebersamaan. Personel TNI tampak berbaur tanpa sekat bersama warga, bahu-membahu mengaduk semen hingga menata akses jalan lingkungan. Momen humanis tersebut menjadi cerminan keberhasilan Program Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun 2025.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menegaskan bahwa program BSMSS bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Menurutnya, kehadiran TNI justru menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang arti penting partisipasi dan gotong royong dalam membangun daerah.
“TNI memberikan teladan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan rasa memiliki. Ini adalah praktik nyata yang didasari atas cinta, cinta TNI kepada rakyatnya dan cinta masyarakat kepada kotanya. Anggaran daerah sebesar apa pun tidak akan pernah cukup tanpa partisipasi aktif warga. Inilah kolaborasi riil yang benar-benar terasa di lapangan,” ujar Sumanto saat penutupan BSMSS 2025 di Kantor Kecamatan Kejaksan, Senin (22/12/2025).
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan pembangunan yang paling hakiki adalah ketika masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab atas hasil pembangunan tersebut. Karena itu, Sumanto mengajak warga untuk menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki, mulai dari jalan lingkungan hingga drainase, serta memanfaatkan program bedah rumah secara berkelanjutan.
“Jalan yang sudah baik jangan hanya dinikmati, tapi juga dirawat drainasenya. Rumah yang telah dibedah harus menjadi tempat bernaung yang penuh berkah untuk mendidik anak-anak kita,” pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menyampaikan bahwa BSMSS merupakan bentuk nyata pengabdian TNI yang menyentuh aspek kemanusiaan, sosial, dan kesehatan masyarakat. Pada BSMSS 2025, kegiatan difokuskan pada titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian segera.
“Di Kelurahan Kesenden, kami melakukan perbaikan satu unit Rumah Tidak Layak Huni serta peningkatan jalan di RW 11 RT 01, 02, dan 03. Sementara di Kelurahan Karyamulya, perbaikan Rutilahu dan akses jalan dilakukan di RW 02 RT 03,” jelas Dandim.
Ia berharap perbaikan infrastruktur tersebut dapat mendorong mobilitas warga dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dandim juga menegaskan bahwa keberhasilan program BSMSS tidak lepas dari soliditas antara TNI, Pemerintah Kota Cirebon, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Bantuan yang telah disalurkan, baik pembangunan fisik maupun paket makanan, kami harapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang dan dirawat secara swadaya oleh warga,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, penutupan BSMSS 2025 juga diiringi dengan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan pangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat.
“Penyaluran bantuan pangan ini menjadi langkah konkret untuk membantu menjaga ketahanan pangan keluarga. Semoga sinergi antara TNI sebagai motor penggerak dan Pemerintah Kota sebagai fasilitator dapat terus berlanjut pada program-program berikutnya,” pungkas Letkol Arm Drajat Santoso.**
